Berkaca pada Sampah
Keberadaan
sampah di sekitar kita merupakan cermin dari kehidupan kita sehari-hari. Berapa
banyak sampah plastik makanan ringan, bumbu masak instan kemasan, bungkus
makanan instan atau botol plastic, kaleng minuman, atau minuman suplemen
energi. Kita bisa menemukan dengan gampang bekas mainan anak-anak dari plastik
yang tentu saja sebagian besar adalah produk impor bertebaran di tempat
pembuangan sampah sementara (TPS). Apa yang dibayangkan jika kita mendapati
banyak kondom bekas pakai di tong sampah, atau beberapa jarum suntik, bekas
bungkus obat kuat, atau sisa-sisa obat-obatan kimia?.
Bila
berandai-andai, saya bisa membuat tafsiran betapa masyarakat kita sudah tidak
lagi menggunakan bumbu-bumbu tradisional dan beralih ke bumbu instan buatan
industri. Jangan-jangan makanan ringan buatan pabrik juga telah banyak
menggantikan kue-kue tradisional warisan budaya lokal. Tafsir lain, banyaknya
botol bekas minuman suplemen dan minuman energi menandakan sebagian masyarakat
di lingkungan kita sudah gampang loyo, tidak sehat atau kekurangan energi.
Atau, betapa mainan anak-anak kita telah didominasi oleh mainan buatan asing
dan anak-anak kita tidak lagi mengenali mainan tradisional.
Jika kita
banyak mendapati kondom bekas, bolehlah saya menduga banyak pasangan yang
sedang menjalankan program Keluarga Berencana, atau menjalankan pola sex sehat,
atau dugaan terburuk ada orang atau sekelompok orang di lingkungan sekitar kita
yang suka mengumbar seks bukan dengan pasangannya. Banyaknya sisa obat-obatan
kimia juga bisa digambarkan sebagai indikator masyarakat di sekitar kita banyak
yang sakit, atau sebagian kita tidak lagi peduli obat-obatan tradisional.
Jangan jangan, jarum suntik yang kita temukan merupakan tanda juga ada pengguna
obat terlarang di sekitar kita, mungkin pengedarnya juga berkeliaran.
Itulah salah
satu metode teropong gaya hidup kita melalui telaah sampah yang dalam
antropologi disebut garbology. Diambil dari kata garbage yang
berarti sampah dan logos yang bermakna ilmu, ilmu tentang sampah.
William Rathje dan Cullen Murphy menulis buku “Rubbish!-The Archeology of
Garbage yang menjadi rujukan kajian tentang sampah. Seorang penulis, Edward
Humes, mengatakan bahwa hubungan kita dengan sampah yang kita produksi adalah
“hubungan cinta kotor” dan kita membangun masyarakat diatas tumpukan sampah dan
kotoran.
Maraknya
sampah di sekitar kita menunjukkan ada banyak yang salah dengan hubungan kita
dengan lingkungan, cara pandang kita terhadap alam dan perlakuan kita terhadap
diri kita sendiri. Penanganan sampah di lingkungan Rumah Tangga (RT) di
kelurahan tempat saya tinggal, sempat menjadi polemik dan bahasan yang cukup
alot pada pertemuan RT. Petugas sampah yang kami bayar dengan cara iuran tidak
mau mengambil sampah yang tidak dibungkus rapi dan dimasukkan ke dalam kantong
plastic, si petugas juga tidak mau mengambil sampah yang ada di rumah yang
letaknya di dalam komplek, dia juga meminta bayaran tambahan. Ketika beberapa
hari si petugas sampah tidak datang, sampah yang ada menyebabkan bau busuk dan
merusak pemandangan lingkungan RT kami.
Ketika kita
memproduksi sampah dan kita tidak memperlakukannya dengan baik, maka yang
muncul adalah konflik kita dengan alam dan lingkungan, bahkan konflik antar
antar manusia. Hal yang paling esensial dari persoalan sampah adalah perilaku
dan gaya hidup kita sendiri serta cara pandang kita terhadap sampah dan
lingkungan. Baynham dan Dalton (2005: 3-4) menegaskan bahwa bagi alam tak ada
kotoran atau sampah yang tidak berguna. Apapun yang dihasilkan alam berguna
sebagai sumber kehidupan bagi organisme hidup yang lain. Ada perputaran
yang konstan di antara organisme. Namun,orang seringkali melawan lingkaran
kehidupan ini.
Belajar dari
Pemulung.
Waste not a
waste, but a commodity. Kita harus menghargai upaya orang-orang yang barangkali kita anggap
sebagai “orang kotor” yang sehari-harinya mengais sampah dari satu tong sampah
ke yang lainnya, dari satu tempat pembuangan sampah ke tempat lainnya. Mereka
secara tidak langsung menjalankan lingkaran kehidupan dengan memilah sampah
yang bisa didaur ulang, menjadikannya sebagai sumber kehidupan (ekonomi) baru.
Namun,
pemulung hanya melihat dan memungut sampah yang dianggapnya memiliki nilai
ekonomis semata seperti sampah plastik, kertas, besi, kaleng, alumunium, botol dan
sejenisnya. Padahal masih ada sampah organik sisa masakan, makanan, atau
sayuran yang bisa didaur ulang menjadi kompos sebagai pupuk alam bagi tanaman
dan tumbuhan di sekitar kita. Kita juga bisa menjadikannya sebgai bahan dasar
proses pembuatan energi alternatif, gas.
Para
pemulung yang hampir setiap harinya bergelut dengan sampah, bertahan dengan
segala kebusukan layak mendapat apresiasi. Daripada kita mengusir mereka saat
mereka bekerja, lebih baik kita membantu sedikit upaya mereka mengurai sampah.
Hal yang sederhana itu adalah pemilahan mana sampah organic dan yang anorganic.
Bukan lagi
Problem Perkotaan
Sampah bukan
lagi hanya menjadi permasalahan di kota-kota besar, tapi juga jadi masalah
besar di pedesaan. Saat saya berkunjung pulang kampung, tak ada lagi sungai
jernih yang bisa jadi tempat bermain, berenang, memancing dan mencuci pakaian
dan perabot rumah tangga bagi para ibu. Tidak perlu kita melihat ke kota besar
macam Jakarta, Bandung, atau Surabaya untuk kita memahami bahwa cara pikir masyarakat
kita terhadap lingkungan tidaklah ramah. Di desa yang masih dekat dengan alam,
cara pandang warganya terhadap alam pun sudah berubah.
Selama ini
masyarakat banyak menuntut petugas yang mengurusi sampah, atau pejabat
berwenang lainnya untuk membereskan persoalan sampah ini. Sementara kita tidak
mau sedikit saja bercermin pada sampah yang kita produksi setiap hari dan
memikirkan sisi positif diri kita dari situ. Jika mau berkaca sebentar saja
pada sampah, siapa tahu muncul sedikit sisi kreatif kita, dan kita bisa
mencontoh beberapa warga dan komunitas yang sudah berhasil membuat sampah
menjadi rupiah. ( sumber :
Ubed Abdilah Syarif )
Jual
Tempat Sampah Murah, Tempat Sampah Bagus, Tempat Sampah Kuat, Tempat Sampah
Unik, Tempat Sampah Fiberglass, Tempat Sampah Praktis.
Kami
bergerak di pembuatan dan penjualan tempat sampah Murah, Berkualitas, Bagus dan
Unik. Kami melayani pemesanan partai Besar dan Kecil, ke sekitar wilayah DKI
Jakarta maupun ke seluruh Indonesia.
Kami
sudah biasa mengerjakan proyek-proyek di daerah-daerah seluruh Indonesia dengan
hasil yang memuaskan dan dengan layanan purna jual ( sales after service ).
Kami
memiliki tenaga-tenaga terampil yang ahli di bidang pabrikasi berbahan
fiberglass, biasa dan sanggup bekerja dalam tekanan waktu, tempat dan cuaca.
Produk-produk
kami digunakan dalam berbagai skala Industri, Pabrik, Perkantoran, Perhotelan,
Apartemen, Perumahan, Pasar Tradisional dan Pasar Moderen, Rumah Sakit, Taman
Bermain, Sekolahan, Kebon Binatang, Pangkalan Minyak, Pangkalan Militer, dan
banyak lagi.
Kami
siap bekerjasama dengan baik dan melayani segala permintaan khusus demi jaminan
kepuasan konsumen/pelanggan.
Produk-produk
kami : Tempat Sampah Tanam/Tempat Sampah Sulo/Tempat Sampah Gandeng/Tempat
Sampah Tunggal/Tempat Sampah Mobile/Tempat Sampah Organik/Tempat Sampah
NonOrganik/Tempat Sampah Dorong?Tempat Sampah Beroda/Tempat Sampah Bulat/Tempat
Sampah Kotak/Tempat Sampah Limas/Tempat Sampah Oval/Tempat Sampah Goyang/Tempat
Sampah Swing/Tempat Sampah Kimia/Tempat Sampah B3/Tempat Sampah 90 Liter/Tempat
Sampah 120 Liter/Tempat Sampah 240 Liter/Tempat Sampah
Fiberglass, Bak Sampah Fiberglass , Tong Sampah Gandeng Tanam, Tong Sampah
Pilah Fiberglass, Tong Sampah Gantung Gandeng Pilah Fiberglass, Tempat Sampah
Pilah Gandeng Tanam Fiberglass , Tong Sampah Gandeng Tanam, Tong Sampah Pilah
Fiberglass, Tong Sampah Gantung Gandeng Pilah Fiberglass, Tempat Sampah Pilah
Gandeng Tanam Fiberglass , Tong Sampah Berkarakter, Tempat Sampah Fiberglass,
Bak Sampah Fiberglass .Tong Sampah Double Fiber dan lain-lain
Untuk
keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kami di :
CIPTA
ABADI
Office Address: Jl. Elang No.04 RT.04/ RW.06 Jati Raden - Jati Sampurna - Bekasi 17434
Tel: 021-92198446 / 021-91684884/ 02194537337
HP: 087 836548677/ 082 114261210
Email: cipta.abadi@ rocketmail.com atau abi.wanto@ yahoo.co.id
Web: www.ciptaabadi11.bayarku.com
Office Address: Jl. Elang No.04 RT.04/ RW.06 Jati Raden - Jati Sampurna - Bekasi 17434
Tel: 021-92198446 / 021-91684884/ 02194537337
HP: 087 836548677/ 082 114261210
Email: cipta.abadi@ rocketmail.com atau abi.wanto@ yahoo.co.id
Web: www.ciptaabadi11.bayarku.com













Tidak ada komentar:
Posting Komentar