Rabu, 11 Februari 2015

Berkaca pada Sampah
Keberadaan sampah di sekitar kita merupakan cermin dari kehidupan kita sehari-hari. Berapa banyak sampah plastik makanan ringan, bumbu masak instan kemasan, bungkus makanan instan atau botol plastic, kaleng minuman, atau minuman suplemen energi. Kita bisa menemukan dengan gampang bekas mainan anak-anak dari plastik yang tentu saja sebagian besar adalah produk impor bertebaran di tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Apa yang dibayangkan jika kita mendapati banyak kondom bekas pakai di tong sampah, atau beberapa jarum suntik, bekas bungkus obat kuat, atau sisa-sisa obat-obatan kimia?.
Bila berandai-andai, saya bisa membuat tafsiran betapa masyarakat kita sudah tidak lagi menggunakan bumbu-bumbu tradisional dan beralih ke bumbu instan buatan industri. Jangan-jangan makanan ringan buatan pabrik juga telah banyak menggantikan kue-kue tradisional warisan budaya lokal. Tafsir lain, banyaknya botol bekas minuman suplemen dan minuman energi menandakan sebagian masyarakat di lingkungan kita sudah gampang loyo, tidak sehat atau kekurangan energi. Atau, betapa mainan anak-anak kita telah didominasi oleh mainan buatan asing dan anak-anak kita tidak lagi mengenali  mainan tradisional.
Jika kita banyak mendapati kondom bekas, bolehlah saya menduga banyak pasangan yang sedang menjalankan program Keluarga Berencana, atau menjalankan pola sex sehat, atau dugaan terburuk ada orang atau sekelompok orang di lingkungan sekitar kita yang suka  mengumbar seks bukan dengan pasangannya. Banyaknya sisa obat-obatan kimia juga bisa digambarkan sebagai indikator masyarakat di sekitar kita banyak yang sakit, atau sebagian kita tidak lagi peduli obat-obatan tradisional. Jangan jangan, jarum suntik yang kita temukan merupakan tanda juga ada pengguna obat terlarang di sekitar kita, mungkin pengedarnya juga berkeliaran.
Itulah salah satu metode teropong gaya hidup kita melalui telaah sampah yang dalam antropologi disebut garbology. Diambil dari kata garbage yang berarti sampah dan logos yang bermakna ilmu, ilmu tentang sampah. William Rathje dan Cullen Murphy menulis buku “Rubbish!-The Archeology of Garbage yang menjadi rujukan kajian tentang sampah. Seorang penulis, Edward Humes, mengatakan bahwa hubungan kita dengan sampah yang kita produksi adalah “hubungan cinta kotor” dan kita membangun masyarakat diatas tumpukan sampah dan kotoran.
Maraknya sampah di sekitar kita menunjukkan ada banyak yang salah dengan hubungan kita dengan lingkungan, cara pandang kita terhadap alam dan perlakuan kita terhadap diri kita sendiri.  Penanganan sampah di lingkungan Rumah Tangga (RT) di kelurahan tempat saya tinggal, sempat menjadi polemik dan bahasan yang cukup alot pada pertemuan RT. Petugas sampah yang kami bayar dengan cara iuran tidak mau mengambil sampah yang tidak dibungkus rapi dan dimasukkan ke dalam kantong plastic, si petugas juga tidak mau mengambil sampah yang ada di rumah yang letaknya di dalam komplek, dia juga meminta bayaran tambahan. Ketika beberapa hari si petugas sampah tidak datang, sampah yang ada menyebabkan bau busuk dan merusak pemandangan lingkungan RT kami.
Ketika kita memproduksi sampah dan kita tidak memperlakukannya dengan baik, maka yang muncul adalah konflik kita dengan alam dan lingkungan, bahkan konflik antar antar manusia. Hal yang paling esensial dari persoalan sampah adalah perilaku dan gaya hidup kita sendiri serta cara pandang kita terhadap sampah dan lingkungan. Baynham dan Dalton (2005: 3-4) menegaskan bahwa bagi alam tak ada kotoran atau sampah yang tidak berguna. Apapun yang dihasilkan alam berguna sebagai sumber kehidupan bagi organisme hidup  yang lain. Ada perputaran yang konstan di antara organisme. Namun,orang seringkali melawan lingkaran kehidupan ini.
Belajar dari Pemulung.
Waste not a waste, but a commodity. Kita harus menghargai upaya orang-orang yang barangkali kita anggap sebagai “orang kotor” yang sehari-harinya mengais sampah dari satu tong sampah ke yang lainnya, dari satu tempat pembuangan sampah ke tempat lainnya. Mereka secara tidak langsung menjalankan lingkaran kehidupan dengan memilah sampah yang bisa didaur ulang, menjadikannya sebagai sumber kehidupan (ekonomi) baru.
Namun, pemulung hanya melihat dan memungut sampah yang dianggapnya memiliki nilai ekonomis semata seperti sampah plastik, kertas, besi, kaleng, alumunium, botol dan sejenisnya. Padahal masih ada sampah organik sisa masakan, makanan, atau sayuran yang bisa didaur ulang menjadi kompos sebagai pupuk alam bagi tanaman dan tumbuhan di sekitar kita. Kita juga bisa menjadikannya sebgai bahan dasar proses pembuatan energi alternatif, gas.  
Para pemulung yang hampir setiap harinya bergelut dengan sampah, bertahan dengan segala kebusukan layak mendapat apresiasi. Daripada kita mengusir mereka saat mereka bekerja, lebih baik kita membantu sedikit upaya mereka mengurai sampah. Hal yang sederhana itu adalah pemilahan mana sampah organic dan yang anorganic.
Bukan lagi Problem Perkotaan
Sampah bukan lagi hanya menjadi permasalahan di kota-kota besar, tapi juga jadi masalah besar di pedesaan. Saat saya berkunjung pulang kampung, tak ada lagi sungai jernih yang bisa jadi tempat bermain, berenang, memancing dan mencuci pakaian dan perabot rumah tangga bagi para ibu. Tidak perlu kita melihat ke kota besar macam Jakarta, Bandung, atau Surabaya untuk kita memahami bahwa cara pikir masyarakat kita terhadap lingkungan tidaklah ramah. Di desa yang masih dekat dengan alam, cara pandang warganya terhadap alam pun sudah berubah. 
Selama ini masyarakat banyak menuntut petugas yang mengurusi sampah, atau pejabat berwenang lainnya untuk membereskan persoalan sampah ini. Sementara kita tidak mau sedikit saja bercermin pada sampah yang kita produksi setiap hari dan memikirkan sisi positif diri kita dari situ. Jika mau berkaca sebentar saja pada sampah, siapa tahu muncul sedikit sisi kreatif kita, dan kita bisa mencontoh beberapa warga dan komunitas yang sudah berhasil membuat sampah menjadi rupiah. ( sumber : Ubed Abdilah Syarif )

Jual Tempat Sampah Murah, Tempat Sampah Bagus, Tempat Sampah Kuat, Tempat Sampah Unik, Tempat Sampah Fiberglass, Tempat Sampah Praktis.
Kami bergerak di pembuatan dan penjualan tempat sampah Murah, Berkualitas, Bagus dan Unik. Kami melayani pemesanan partai Besar dan Kecil, ke sekitar wilayah DKI Jakarta maupun ke seluruh Indonesia.
Kami sudah biasa mengerjakan proyek-proyek di daerah-daerah seluruh Indonesia dengan hasil yang memuaskan dan dengan layanan purna jual ( sales after service ).
Kami memiliki tenaga-tenaga terampil yang ahli di bidang pabrikasi berbahan fiberglass, biasa dan sanggup bekerja dalam tekanan waktu, tempat dan cuaca.
Produk-produk kami digunakan dalam berbagai skala Industri, Pabrik, Perkantoran, Perhotelan, Apartemen, Perumahan, Pasar Tradisional dan Pasar Moderen, Rumah Sakit, Taman Bermain, Sekolahan, Kebon Binatang, Pangkalan Minyak, Pangkalan Militer, dan banyak lagi.
Kami siap bekerjasama dengan baik dan melayani segala permintaan khusus demi jaminan kepuasan konsumen/pelanggan.
Produk-produk kami : Tempat Sampah Tanam/Tempat Sampah Sulo/Tempat Sampah Gandeng/Tempat Sampah Tunggal/Tempat Sampah Mobile/Tempat Sampah Organik/Tempat Sampah NonOrganik/Tempat Sampah Dorong?Tempat Sampah Beroda/Tempat Sampah Bulat/Tempat Sampah Kotak/Tempat Sampah Limas/Tempat Sampah Oval/Tempat Sampah Goyang/Tempat Sampah Swing/Tempat Sampah Kimia/Tempat Sampah B3/Tempat Sampah 90 Liter/Tempat Sampah 120 Liter/Tempat Sampah 240 Liter/Tempat Sampah Fiberglass, Bak Sampah Fiberglass , Tong Sampah Gandeng Tanam, Tong Sampah Pilah Fiberglass, Tong Sampah Gantung Gandeng Pilah Fiberglass, Tempat Sampah Pilah Gandeng Tanam Fiberglass , Tong Sampah Gandeng Tanam, Tong Sampah Pilah Fiberglass, Tong Sampah Gantung Gandeng Pilah Fiberglass, Tempat Sampah Pilah Gandeng Tanam Fiberglass , Tong Sampah Berkarakter, Tempat Sampah Fiberglass, Bak Sampah Fiberglass .Tong Sampah Double Fiber dan lain-lain
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kami di :
CIPTA ABADI
Office Address: Jl. Elang No.04 RT.04/ RW.06 Jati Raden - Jati Sampurna - Bekasi 17434
Tel: 021-92198446 / 021-91684884/ 02194537337
HP: 087 836548677/ 082 114261210
Email: cipta.abadi@ rocketmail.com atau abi.wanto@ yahoo.co.id
Web: www.ciptaabadi11.bayarku.com



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar